Langgur, Lintas-Tual.com – Diduga dana 100 juta milik salah satu bakal calon Bupati Maluku Tenggara periode 2024-2029 mendatang guna biaya mendaftar di DPC Hanura Kabupaten Malra raib, itu tidak benar alias hoaks

Pernyataan ini di sampaikan Sekretaris DPC partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) Rudi Renyaan melalui rilis yang di terima media ini 14/5/24.

Perlu di ketahui, dana tersebut bukan hilang, namun terjadi mis komunikasi antara tim penjaringan dengan DPC, DPD dan DPP sehingga kebenaran terhadap dana milik balon Bupati tertentu yang di duga hilang itu tidak benar adanya alias hoaks.

Renyaan mengakui, jika sesuai instruksi DPP untuk seluruh Kabupaten Kota se-Maluku untuk melakukan proses pendaftaran bagi bakal calon Kepala Daerah itu tanpa mahar.

Namun apa yang di sampaikan DPP pada seluruh Kabupaten Kota di Maluku belum mendapat ketegasan melalui surat resmi, karena instruksi tersebut masih bersifat lisan, tegas Renyaan.

Untuk itu, selaku penanggung jawab tim penjaringan DPC Hanura menyampaikan permohonan maaf karena semua yang terjadi tanpa sepengetahuan ketua DPC Hanura Kabupaten Malra, cetusnya.(**)

Kendati demikian, selaku koordinator yang mengawasi proses penerimaan oleh tim penjaringan, masih menunggu surat resmi sebagai legalitas, sehingga jika surat tersebut menyatakan pendaftaran oleh tim penjaringan harus tanpa mahar, maka dana yang telah di setor oleh balon akan di kembalikan, tegasnya.

Di akui, jika memang dalam tubuh internal penjaringan sendiri terjadi perbedaan persepsi akibat kuranya pemahaman di mana sebagian memiliki persepsi biaya tersebut di kembalikan sebelum surat dari DPP itu ada.

Lanjut Renyaan, sementara dari sebagian tim penjaringan lain beranggapan jika dana tersebut di kembalikan setelah ada kejelasan lebih lanjut terhadap surat yang di sampaikan oleh DPP

Olehnya itu, selaku Sekretaris sekaligus koordinator tim penjaringan partai DPC Hanura dengan tegas mengatakan bahwa dana 100 juta itu akan di kembalikan oleh tim setelah ada ketegasan surat dari DPP.

Terhadap persoalan ini selaku pengurus sekaligus Sekretaris partai telah melakukan komunikasi dengan Ketua DPC Partai Hanura dan siap mengembalikan dana tersebut, tegas Renyaan.

Renyaan meminta semua agar jangan ragu serta memiliki penilaian miring terhadap DPC Hanura yang bermaksud untuk menggelapkan dana tersebut.

Secara kelembagaan, Ketua sekretaris DPC partai Hanura siap mempertanggung jawabkan bukan hanya pada publik namu pada tingkat DPD dan DPP partai Hanura, tegas Renyaan.(**)