Tual, Lintas-Timur.com – pasca penetapan mantan Walikota Tual Adam Rahayaan S.Ag M.Si oleh Dirkrimsus Kepolisian Daerah Maluku pada 26/4/24, menuai reaksi di kalangan masyarakat.

Dari pantauan media ini pada 27/4/24 telah terjadi aksi di bundaran wearhir kecamatan Dullah Selatan Kota Tual demo oleh sekelompok masyarakat yang mengatasnamakan diri aliansi Simpati Adam Rahayaan.

Aliansi simpati AR dalam orasinya mengatakan, penyaluran CBP tersebut bukan demi kepentingan pribadi, sehingga dalam proses ini harus kembali di tinjau dari aspek kemanusiaan juga.

Kata pendemo, Eks mantan Walikota dalam ungkapkan jika penyaluran beras cadangan milik Pemerintah itu di rasakan oleh masyarakat karena kondisi sosial atau kelaparan, ungkap pendemo.

Lebih lanjut, dari aspek itu maka Eks Walikota mengeluarkan hak diskresi yang memiliki kewenangan sebagai Kepala Daerah saat itu.

Pendemo juga menilai langka Eks Walikota Adam Rahayaan merupakan langka membantu masyarakatnya bukan di pergunakan untuk kepentingan pribadi, ungkap Pendemo.(**)