Langgur, Lintas-Timur.com – Sidang Klasis Gereja Protestan Maluku (GPM) ke 47 Kei Besar yang di laksanakan di Ohoi Ohoirenan di tutup oleh MPH Sinode GPM Pdt. DR Nansi Soisa/Gashpers pada Selasa 16/4/24.

Hal ini di sampaikan Ketua Panitia pelaksana Siklas Jakob Ubro dalam rilisnya yang di terima media Lintas-Timur.com pada Rabu 17/4/24.

Ubro mengatakan, pelaksanaan Siklas ke -47 tahun 2024 Kei Besar ini dapat terlaksana karena kasih dan anugrah Allah yang memilih untuk menjadi gereja yang terus bersekutu, bersaksi dan melayani.

Pelaksanaan Siklas GPM ke – 47 Kei Besar dengan sorotan tema ” Beritakanlah Tahun Rahmat Tuhan Telah Datang Dan Kerjakanlah Keselamatanmu”.

Sementara sub tema “Bersama-sama Meningkatkan Kualitas Hidup sebagai Wujud Bertumbuhnya Keluarga Allah”.

Lebih lanjut kata Ubro, persidangan yang berlangsung sejak 13 April sampai pada penutupan 16 April sebagai berikut : Peserta sidang yang terdaftar berjumlah 161 orang peserta yang terdiri dari 13 orang peserta luar biasa sehingga total keseluruhan sebanyak 173 orang.

Namu faktanya, dalam laporan di ketahui untuk mengikuti Siklas ini sebanyak 153, sementara 20 orang lainya di nyatakan tidak hadir, cetus Ubro.

Kata Ubro, berdasarkan fakta yang ada maka selaku ketua panitia akan menyampaikan laporan secara tertulis kepada MPK termasuk pembahasan komisi yang berjumlah 51 orang namun yang tidak hadir sebanyak 8 orang, pembahasan komisi anggaran 55 orang, tidak hadir 10 orang, komisi umum 48 orang yang tidak hadir 1 orang

Sehingga berdasarkan daftar jumlah peserta sampai pada penutupan Siklas ke – 47 jam 21.00 Selasa 16 April 2024 peserta yang hadir sebanyak 135 orang, beber Ubro.

Di sampaikan juga, ada peserta yang mendapat pelayanan medis pada posko kesehatan yang di sediakan panitia sebanyak 75 orang dan 21 orang sesuai diagnosa penyakit yakni ispa 20 orang, 20 artritis, 9 orang Cephalgia, 8 orang Hipertensi dan 5 orang Dispepsia dan Malaria 4 Orang, terang Ubro.(**)