Lintas-Timur.com – Bukan hayalan atau pun cerita dongeng dalam berbagai legenda masalah lalu, namun ini adalah sebuah realita yang dapat di saksikan secara nyata sebuah masjid yang di banguna Masjid yang di atas laut ” Masjid itu bernama “Masjid AL-Manafi.

Masjid AL-Manafi sendiri awal mula berdiri atas ide dan gagasan cemerlang seorang Bupati Maluku Tenggara Muhamad Thaher Hanubun.

Masjid AL-Manafi sendiri dalam proses penbangunanya di perkirakan menghabiskan dana sekitar 6 milyar lebih yang bersumber dari dana hibah Pemerintah Daerah serta swadaya masyarakat setempat.

Masjid AL-Manafi sendiri berada di Ohoi/Desa Dian Pulau dan tercatat sebagai salah satunya masjid Apung yang berada di Kabupaten Maluku Tenggara bahkan Maluku secara umum.

Masjid AL-Manafi sendiri sengaja di bangun di atas laut, karena lokasi Ohoi/Desa sudah tidak memiliki lagi lahan sehingga solusi untuk mendirikan sebuahasjid yang representatif hanyalah di atas laut.

Kini Masjid apung AL-Manafi sendiri berdiri pada tahun 2021 dengan peletakan batu pertama oleh Bupati Maluku Tenggara sendiri pada tanggal 28/9/23 atau bertepatan dengan tanggal 12 rabiul awal yang merupakan hari lahirnya manusia Agung Nabi Muhammad Sallahu Alaihi Wassalam.

Kini Masjid AL-Manafi telah berdiri megah, maka hendaklah perbanyak bersyukur dan secara terus menerus memakmurkan masjid ini.

Bupati Thaher menegaskan, Masjid Apung AL-Manafi, kini masyarakat Ohoi/Desa Dian hendaknya bersyukur pada Allah SWT karena kini telah memiliki masjid yang representatif yang di impikan selama ini.

Semoga apa yang menjadi impian serta pengorbanan ini akan tercatat sebagai sebuah amal ibadah di sisi Allah SWT kelak di Yaumil Qiamah.

” barang siapa yang dengan sungguh-sungguh membangun masjid karena Allah, maka Allah SWT ganjarkan pahalanya yakni Surga baginya”.

Masjid AL-Manafi sendiri kini kelihatan berbeda dengan sebelumnya, kini masjid tersebut telah tertata dengan rapi bagaikan sebuah taman surga, cetus Thaher.

Thaher dalam kesempatan itu mengapresiasi, karena dalam proses pembangunan selalu memperhatikan aspek arsitektur, Senin, etika serta utamanya tetap mempertahankan Qaidah-Qaidah budaya dalam proses penbangunanya, tegasnya.

Dalam kesempatan itu pula Thaher mengatakan, masjid ini kedepannya akan menjadi sebuah destinasi wisata favorit reliji yang baru, karena kemegahan ini membuat ke khusushan dalam beribadah.

Semoga saja, masjid AL-Manafi menjadi aikon bukan hanya bagi masyarakat Ohoi/Desa Dian sendiri melainkan seluruh masyarakat muslim di wilayah Kabupaten Malra.(**)