Lintas-Timur.com – Angkatan Muda Anti Hoaks (AMAH) Kabupaten Maluku Tenggara dengan tegas menentang sikap sekelompok masyarakat yang mengatas namakan diri Forum Masyarakat Maluku Tenggara (Formama).

Pernyataan tersebut di sampaikan langsung Kordinator Angkatan Muda Anti Hoaks “AMAH” Rizal Tukloy dalam rilis yang di terima media ini 23/9/23.

Tukloy menilai kelompok yang mengatasnamakan Formama yang mendesak pihak Kepolisian dan DPRD Malra guna mengusut tuntas persoalan kekerasan terhadap perempuan, sesungguhnya tidak memahami substansi.

Harusnya kelompok Formama lebih peka dan cerdas dalam mengkaji sebuah persoalan, sehingga dalam beropini tidak menimbulkan multi tafsir, ucap Tukloy.

Tukloy tegaskan, dalam menyikapi persoalan kekerasan perempuan lebih mengedepankan azaz praduga tak bersalah, sehingga AMAH menilai sikap yang di lakukan Formama ini belum desa dalam menyikapi persoalan.

Dalam melakukan tuntutan setidaknya, harus memiliki sejumlah bukti yang akurat terkait persoalan di maksud, jangan asal berkoar-koar saja, sehingga telah menyimpulkan bahwa Muhamad Thaher Hanubun tidak melakukan klarifikasi dan persoalan itu di anggap itu benar adanya, sekali lagi itu keluruh!, tegas Tukloy.

Menurut Tukloy, apa yang di sampaikan kelompok yang mengatasnamakan diri Formama ini bukannya memberikan edukasi terhadap masyarakat melainkan memprovokasi dan ini sangat berbahaya, tegasnya.

Selain itu menyinggung soal peringatan Nen Dir Sakmas yang berlangsung pada tanggal 4-7 September 2023 lalu itu merupakan agenda tahun oleh Pemerintah Daerah, guna menggenang histori perjalanan perempuan Kei pertama yang memperjuangkan emansipasi wanita yang di jaga hingga kini.

Sehingga pelaksanaan perayakan dalam memperingati hari Nen Dit Sakmas itu jangan di politisir lagi karena sudah menjadi agenda tahunan Pemda Malra, sehingga Formama harus lebih cerdas dalam menyikapi persoalan.

Menjadi pertanyaan? Dimana kalian ketika berbagai ketimpangan terjadi di daerah ini yang melecehkan harkat dan martabat kaum perempuan, dimana kelompok yang bernama Formama ini.

kuat dugaan Formama ini hadir guna menyikapi satu persoalan ini secara khusus, kalau seperti ini patut di duga syarat dengan kepentingan karena Formama lahir secara taktis guna menyikapi satu saja persoalan ini, tanpa menilai prolema lain, tandas Tukloy.

Untuk itu selaku Koordinator AMAH menegaskan Formama adalah kelompok yang di bentuk guna memprovokasi kondisi masyarakat Maluku Tenggara jelang Pemilu Legeslatif (Legeslatif) dan Pemilu Kepal Daerah (Pilkada) 2024 mendatang.

Selain itu selaku Kordinator AMAH mendesak aparat Kepolisian Polres Maluku Tenggara mengusut tuntas oknum yang mengatasnamakan diri Masyarakat Maluku Tenggara ini dalam menyampaikan sikap yang sifatnya provokatif, tutup Tukloy.(**)