Lintas – Timur.com – Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Maluku Tenggara tinggal 2 bulan lagi, akan mengakhiri masa jabatan tepatnya pada 31 Oktober 2023 mendatang.

Pernyataan ini di sampaikan langsung Bupati Maluku Tenggara Muhamad Thaher Hanubun pada rapat paripurna penetapan masa akhir jabatan yang berlangsung di ruang sidang DPRD Malra 9/8/23.

Penetapan ini merupakan bagian dari rangkaian terhadap masa jabatan Bupati dan Wakil Bupati Maluku Tenggara masa Bhakti 2018 – 2023.

Kata Thaher, ketetapan ini merupakan dari tahapan berdasarkan undang – undang sebagaimana teruang dalam pasal 79 ayat (1) nomor 3 tahun 2024 tentang peraturan daerah.

Dirinya mengakui, dalam penyelenggaraan pemerintahan selama ini, telah berupaya maksimal dalam melayani masyarakat, namun tentunya sebagai manusia biasa pasti terdapat berbagai kekurangan.

Faktor utama yang menjadi prioritas adalah keterbatasan sumber daya yang minim, sehingga hal ini menjadi penyebab adanya proses pembangunan di daerah masih belum berjalan sesuai harapan bersama, ungkap Thaher.

Namun selama kepemimpinan ini, Pemerintah daerah terus mendorong serta meningkatkan sumber daya manusianya menjelang masa akhir jabatan Bupati dan Wakil Bupati pada Oktober 2023.

Adapun upaya untuk menjaga momentum akselerasi yang terus dilakukan baik dalam hal penganggaran pembangunan, maupun pengusulan anggaran untuk intervensi Tahun 2024 antara lain ;

– Usulan DAK Fisik Tahun 2024, yang sedang diperjuangkan di pusat sebesar Rp. 497. 005.766.302.00 (Empat Ratus Sembilan Puluh Tujuh Milyar, Lima Juta Tujuh Ratus Enam Puluh Enam Ribu, Tiga Ratus Dua Rupiah.

– Intervensi APBN melalui Badan Pelaksanaan Jalan Nasional (NPJN) Wilayah Maluku, Kementerian PUPR, untuk penanganan jalan Trans Pulau Kei Besar pada ruas jalan simpang Ngurdu-Fako-Hollat-Ohoiraut, sepanjang 19KM dengan Nilai Anggaran kurang lebih Rp. 134 Milyar. Dianggarkan untuk tahun 2024, dengan skema pendanaan Multiyears.

Thaher bilang, sedikit gambaran terhadap pembangunan jalan trans Kei Besar telah sesuai dengan target yang di harapkan yang mana telah tertuang dalam RPJMN yang di tetapkan sepanjang 106 kilometer yang berakhir pada tahun 2022 yakni realisasi sepanjang 45,37 km atau 45 persen.

Lebih lanjut di katakan, Pada tahun 2023 – 2024 di anggarkan sepanjang 40,67 km yang bersumber dari dari DAK maupun APBN, maka di prediksikan pada akhir 2024 mendatang di perkirakan jalan traKei Besar mencapai 84,04 atau 84,68 persen yang dalam pekerjaan termasuk pembangunan jembatan Hollay yang realisasi pada akhir tahun 2023 nanti.