SMP Ujian Berbasis Komputer, Hanubun : Sulit Konektivitas Bisa Off Line Namun Tetap Update

Langgur, Lintas-Timur.com – Dinas Pendidikan Kabupaten Maluku Tenggara melalui Sekolah Menengah Pertama (SMP) dalam lingkup Pemda Malra menggelar ujian nasional bagi kelas sembilan setelah mengikuti Asesmen di kelas delapan setahun yang lalu

Pernyataan ini di sampaikan Kepala Dinas Pendidikan Malra Umar Hanubun S.Pd kepada awak media usai menghadiri pembukaan ujian nasional yang berlangsung di SMP Negeri Unggulan pada hari Senin 13/5/24.

Dijelaskan, pelaksanaan ujian bagi peserta didik yang sedang berlangsung saat ini merupakan implementasi dari kelanjutan saat menduduki kelas delapan, dan hari saat ini dapat melaksanakan ujian nasional menggunakan komputer sebagaimana asesmen dulu, ucap Hanubun.

Tentunya, setiap peserta didik di harapkan mampu untuk menyelesaikan setiap hasil ujian dengan menggunakan komputer.

Hanubun bilang, tahun ini peserta didik tidak lagi mengerjakan soal secara off line, karena dengan mengembangkan program merdeka belajar, peserta didik di tuntut untuk menggunakan komputer secara Online.

Ditegaskan, dalam pelaksanaan ujian nasional ini, di lakukan secara bergantian, yang mana jika sesi pertama di ikuti oleh peserta didik sebanyak 20 orang, dan selanjutnya secara bergantian dengan 20 peserta didik lainya, cetus Hanubun.

Hanubun bilang, pelaksanaan ujian serentak di laksanakan di seluruh kecamatan lingkup Kabupaten Malra yang memiliki konektivitas internetan.

Jika saat pelaksanaan ujian nasional bagi kelas sembilan tidak dapat terjangkau dengan konektivitas internetan, maka bisa menggunakan sistim off Line.

Namun, setelah menyelesaikan hasil ujian secara off line, maka selanjutnya bisa mencari lokasi yang bisa konektivitas internetan dapat terjangkau sehingga dapat meng-Update kembali hasil ujian ke dalam sistim yang ada, jelas Hanubun.

Perlu di ketahui, pada tahun ini sebanyak 1842 peserta didik yang akan mengikuti ujian nasional berbasis komputer, dan ini tersebar di seluruh wilayah Kabupaten Malra.

Kendati demikian, pihaknya akan berupaya semaksimal mungkin, sehingga pelaksanaan ujian nasional berbasis komputer ini dapat terlaksana dengan baik, karena sudah merupakan kebutuhan dasar yang harus terpenuhi secara Online, sebagaimana program merdeka belajar,, tegas Hanubun.(**)