Tual, Lintas-Timur.com – Tonggak dasar partai PDI-P memang tidak semudah yang di bayangkan dalam membentuk jiwa Militansi dalam catatan sebuah berjuangan.

Pernyataan ini di sampaikan Hariyanto Adiyaksa Tamher saat mendaftarkan diri sebagai Bakal Calon Walikota Tual periode 2024-2029 mendatang di Sekertariat DPC PDI-P Kota Tual 2/5/24.

Tamher mengatakan, militansi yang terbentuk dalam diri ini memberikan pelajaran dan mengerti tentang kondisi yang terjadi sebelumnya, sehingga dirinya mengajak kader partai untuk bersama-sama berjuang membangun kota Tual yang kita cintai bersama menjadi lebih baik.

Dirinya (red) berharap, apa yang di perjuangkan ini akan di ridhoi Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa sehingga perjuangan awal ini tidak akan berhenti sampai di sini dan terus berlanjut, harap Tamher.

Ditegaskan, ada satu harapan besar jika dapat berkontribusi dalam Pemerintahan nanti, namun bukan hanya itu ada perjuangan yang lebih besar untuk di rebut bukan hanya kota Tual namun skala regional mau pun Nasional, tegas Tamher.

Tamher bilang, mencermati kondisi dinamika saat ini baik politik, ekonomi sosial yang terjadi di kota Tual, maka sekali lagi kembali mengajak seluruh elemen masyarakat agar dapat berjuang bersama dirinya.

Di sisi lain, faktor mendasar yang mendorong dirinya untuk memimpin negeri ini di sebabkan akibat kondisi beberapa tahun terakhir yang telah meresahkan banyak keluarga dan masyarakat.

Apa yang mendorong untuk maju sebagai Pemimpin di Kota Tual?

Tamher secara tegas mengatakan, mengawali sesuatu dari awal memang tidak muda, bahkan terasa pahit, karena melalui proses yang sulit, namun tetap di yakini.

Sejatinya dalam proses nanti, kita akan menguji berbagai program, ide serta pengembangan, siapa yang terbaik untuk mewakili PDI-P untuk mendapatkan rekomendasi, karena telah menjadi keyakinan jika untuk merebut sesuatu haruslah berproses dari bawah.

Terhadap persoalan ide dan gagasan tentu telah di persiapkan, namun dari program yang di tawarkan, pastinya melihat kondisi daerah yang di hadapi saat ini, yang sudah kita pertahankan yang belum kita perjuangkan, ucap Tamher.

Menurut Tamher, kondisi geografis daerah kita adalah laut, maka kedepan dalam pengembangan ide dan gagasan tentu mengutamakan sumber kelautan sebagai inkam utama daerah.(**)