Pj. Sekda Malra Ajak Peserta Seminar WKRI Dapat Menekan Pravelen Stunting

Langgur, Lintas-Timur.com – Seminar sehari Wanita Katolik Republik Indonesia (WKRI) wilayah Kei Kecil di harapkan mampu menekan angka pravelen Stunting di Kabupaten Maluku Tenggara.

Ketegasan ini di sampaikan Pejabat Bupati Malra Drs. Jasmono, M.Si yang di wakili Pj Sekda Ir. Nicodemus Ubro saat membuka seminar WKRi wilayah Kei Kecil di balai Langgur pada Selasa 30/4/24.

Ubra saat menyampaikan sambutan sangat berharap, pelaksanaan seminar hari ini diharapkan sesuai dengan esensi serta tujuan sehingga dapat memberikan hasil dan dampak positif bagi anggota termasuk lingkungannya.

Menurutnya, Seminar dengan mengusung tema ” Geraknya Budi Membangun Pribadi, Untuk Mewujudkan Peradaban Kasih” sangat selaras dengan tantangan dan dinamika pembangunan manusia serta sosia masyarakat.

WKRI merupakan organisasi yang merupakan organisasi kemasyarakatan dengan di dominasi oleh kaum perempuan yang terus melaksanakan program sesuai AD/ART, namun tidak melupakan kodratnya sebagai perempuan, cetus Ubro.

Dalam membangun karakter serta akhlak serta pembangunan peradaban, tentu di mulai dari lingkungan keluarga kemudian di lanjutkan dengan lingkungan sosial kemasyarakatan.

Tentu sebagaimana di ketahui, sering terjadi gangguan Kamtibmas dengan adanya tawuran yang mengakibatkan konflik antar warga, yang semua ini berawal dari anak-anak usia sekolah serta anak remaja.

Ubro bilang, berbagai polemik yang sering terjadi ini merupakan suatu keprihatinan serta merosotnya nilai yang mana sebagai anak-anak seperti kehilangan jati dirinya dan mudah terprovokasi di sebabkan minimnya pengawasan orang tua.

Menjadi perhatian bersama antara Pemerintah Daerah, Aparat penegak hukum dalam hal ini TNI dan Polri, pihak Sekolah, para Tokoh Agama, Organisasi termasuk orang tua dan keluarga.

Dalam kesempatan itu, Ubro berharap seluruh komponen agar terus berkontribusi dalam membangun kepribadian serta perkuat nilai jati diri dalam mewujudkan peradaban kasih dalam lingkungan keluarga dan masyarakat.

Selain itu, Ubro menyoroti adanya pembangunan SDM yakni penanggulangan Stunting, isu ini perlu di arahkan dan terus di dorong, pintanya.

Hal ini perlu di dorong, mengingat Stunting merupakan masalah yang kompleks yang di jalankan sejak kehamilan usia dalam kandungan, melahirkan serta pelayanan pasca melahirkan, ini tentu di perhatikan.

Untuk itu Ubro mengajak pengurus WKRI Malra kiranya dapat berperan aktif serta mengambil bagian ikut serta dalam upaya menekan Pravelen Stunting.

Salah satunya adalah membangun jejaring secara kelembagaan dengan pengurus WKRI yang ada di ohoi-ohoi, dan berkontribusi bagi penurunan Stunting di Malra.

Perlu di ketahui, kegiatan seminar sehari WKRI tersebut turut hadir yang Mulia Uskup Amboina Monsenyur Inno Ngutra, Kapolres Malra AKBP. Frans Duma SP.(**)