Persidangan Klasis GPM Ke – 47 Pj. Bupati : Gereja Dituntut Dalam Karya Dan Pelayanan Terbaik

Langgur, Lintas-Timur.com – Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara mendukung sepenuhnya pelaksanaan Sidang Klasis GPM Kei Besar ke – 47 ini

Hal ini di sampaikan Pejabat Bupati Malra Drs. Jasmono M.Si saat menghadiri sekaligus membuka dengan resmi kegiatan tersebut tepat di Ohoi Ohoirenan Kecamatan Kei Besar Selatan pada Minggu 14/4/24.

Jasmono dalam kesempatan itu berharap, kiranya pelaksanaan persidangan Klasis GPM Kei Besar dapat memberikan hasil serta manfaat dalam memberikan pelayanan umat bagi Klasis Kei Besar.

Gereja sebagai persekutuan umat, saat ini di hadapkan dengan berbagai dinamika lingkungan yang berubah secara massif, cepat sesuai perkembangan waktu.

Tentunya hal ini memberikan dampak pada kondisi sosial dan ekonomi masyarakat termasuk dalam hal pelayanan jemaat dan GPM yang di tuntut guna meningkatkan kualitas hidup yang selaras dengan berbagai kemajuan, tegas Jasmono.

Lebih lanjut kata Jasmono, Gereja secara kelembagaan di tuntut untuk mengambil peran dalam setiap karya dan pelayanan, dimana lingkungan yang berubah maka pelayanan juga harus di dorong agar lebih optimal, tegasnya.

Melalui sidang Klasis GPM ini, di harapkan dapat melahirkan suatu keputusan serta rekomendasi guna peningkatan kualitas hidup sebagaimana sub tema ”
Bersamasama Meningkatkan Kualitas Hidup sebagai wujud Bertumbuhnya Keluarga Allah”.

Jasmono bilang, sidang Klasis GPM yang mengusung sub tema ini sangat relevan sesuai tuntutan kebutuhan umat dalam menghadapi lingkungan sosial dan ekonomi saat ini.

Kondisi ekonomi global, nasional dan regional sangat berdampak pada daerah-daerah dalam beberapa tahun terakhir ini sehingga mengalami pertumbuhan ekonomi yang agak melambat.

Ketidak pastian akibat instabilitas geo politik seperti terjadinya perang Rusia-Ukraina, Israel-Palestina, adanya ketegangan laut Cina Selatan termasuk stabilitas geo ekonomi perang dagang Amerika-Cina yang mengakibatkan lambatnya perekonomian baik makro mau pun mikro terhambat, terang Jasmono.

Menurut Jasmono, dengan adanya ketegangan baik geo politik mau pun ekonomi sehingga yang terjadi sesuai kondisi riil masyarakat yang cenderung mengalami dampaknya ekonomi.

Faktanya, harga barang semakin meningkat sementara pendapat stagnan dan kemiskinan yang menjadi momok, sehingga dengan berbagai kondisi yang ada di perlukan adanya solusi kongkrit untuk mengatasi permasalahan ini, cetus Jasmono.(**)