Renuat : “Festival Dendang Sahur” Bagian Dari Melestarikan Kearifan Lokal Daerah

Tual, Lintas-Timur.com – Pemerintah Kota Tual pada malam bulan ramadhan 1445 Hijriyah 2024 Masehi melaksanakan lomba dendang sahur dengan melibatkan 13 peserta.

Walikota Tual yang di wakili Pejabat Sekertaris Daerah Sekda) Rini Atbar SH melepas peserta lomba dendang sahur bertepatan di halaman masjid Agung Al-Huriyah 45 Tual pada Rabu 3/4/24.

Pada bulan suci ramadhan ini, kembali Pemkota Tual ingin memeriahkan dengan agenda dendang sahur perayaan unik dengan perpaduan tradisi dan budaya dan keagamaan.

Selain itu dendang saur ini bertujuan guna menggali kembali warisan budaya bangsa dengan mengedepankan nuansa kebersamaan serta mempererat solidaritas antar masyarakat Kota dengan sebutan “Festival Dendang Sahur”, ucapnya.

Renuat dalam arahanya menegaskan, festival ini bukan sekedar ivent keagamaan yang bukan hanya mengajak umat muslim untuk makan sahur, namun ivent ini memiliki makna yang lebih yakni merupakan media bagi para pemuda dan remaja dalam menyalurkan kreatifitas seninya yang bernuansa islami serta kearifan lokal Kota Tual.

Tradisi serta arak-arakan sahur terdapat begitu besar nilai-nilai kurang di pahami masyarakat saat ini seperti nilai gotong royong, nilai persatuan, silaturahmi serta yang tidak kala pentingnya nilai hiburan, ucap Renuat.

Untuk itu Renuat dalam kesempatan itu mengajak seluruh peserta agar terus menumbuh kembangkan rasa persaudaraan dan persatuan di antara sesama dengan cara saling mengasihi, saling membantu, saling menjaga dan melindungi seperti pesat tua para leluhur Snib Teten Evav yang bisa saja menjelma dalam realitas kehidupan kita saat ini.

Kegembiraan dalam bulan suci Ramadhan, tidak terasa kita telah berada pada malam ke 22, yakni fase penghujung yang merupakan fase Itkum Minan Naar atau fase di mana kita berada pada pembebasan dari api neraka.

Sehubungan dengan fase ini maka, dalam melaksanakan aktivitas ibadah apapun yang kita lakukan termasuk mengikuti Festival Dendang Sahur ini jangan sampai merusak nilai-nilai puasa pada fase pembebasan ini.

Renuat dalam kesempatan itu pula mengajak seluruh peserta hendaknya untuk terus menjaga niat kita dalam mengikuti lomba, buka semata-mata menggondol juara, meraih piala atau rupiah, namun lebih dari itu merupakan bimbingan kematangan generasi muda dalam mengontrol emosional, tutup Renuat.(**)