Gerak Cepat Aparat Polres Malra Gagalkan Upaya Pembakaran Gedung KPU

   Gedung KPU Malra Kemarin Di Sasi,       Sehingga Aparat Harus Berjaga Di           Luar, Tapi Ada Upaya Pembakaran         Maka Aparat Polres Dan Brimob              Ambil    Alih

 

Langgur, Lintas-Timur.com – Gedung Komisi Pemilihan Umum (KPU) Maluku Tenggara terhitung hari Sabtu kemarin telah di palang atau Sasi, kembali lagi adanya upaya pembakaran oleh orang tidak bertanggung jawab.

Upaya aksi pembakaran gedung KPU Malra tersebut, berlangsung pada hari Selasa 12/3/24 pukul 16.32 WIT, atau waktu setempat, namun dapat di gagalkan upaya pembakaran tersebut oleh Aparat Polisi Resort (Polres) Malra serta Brigadir Mobil (Brimob) Yon C kompi 1 Kota Tual dan telah di kendalikan.

Kapolres Malra AKBP. Frans Duma SP, dalam keterangan pada awak media saat di konfirmasi melalui via telepon whatshApp membenarkan adanya informasi tersebut.

” Iya benar telah terjadi upaya pembakaran gedung KPU Malra, namun upaya tersebut dapat di gagalkan oleh aparat yang bertugas menjaga gedung tersebut dalam hal ini Polres Malra dan Brimob”.

Hingga saat ini belum di ketahui secara pasti apa motif serta upaya pembakaran gedung KPU tersebut, namun pihaknya masih terus melakukan penyelidikan terhadap upaya pembakaran gedung di maksud, ungkap Frans pada media lintas-timur.com melalui via telepon whatshApp.

Lebih lanjut Kata Frans, sebenarnya gedung KPU tersebut telah di Sasi oleh sekelompok masyarakat pada beberapa hari yang lalu, sehingga seluruh Aparat yang bertugas harus berjaga-jaga di luar gedung.

Harusnya jika tradisi pemalangan Sasi atau Hawear pada satu tempat harusnya tidak boleh ada yang masuk namun anehnya kejadian ini di langgar sendiri oleh masyarakat adat itu sendiri, beber Frans.

Meskipun adanya larangan memasuki area gedung KPU Malra akibat Sasi/Hawear tersebut, namun karena adanya upaya pembakaran yang di lakukan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab dan termasuk unsur pidana, maka untuk saat ini gedung tersebut telah di ambil alih aparat dalam hal ini Polres Malra dan Brimob, pungkasnya.

Dalam kesempatan itu, Frans menghimbau sekaligus mengajak seluruh masyarakat Maluku Tenggara agar tetap tenang dan terus mematuhi aturan hukum yang telah ada, dan jangan main hakim sendiri.

Selain itu, dirinya juga meminta masyarakat agar bersama-sama TNI dan Polri, tokoh Adat, tokoh Agama dan Pemerintah menjaga stabilitas keamanan yang sudah agak kondusif ini, jangan sampai terprovokasi oleh oknum atau kelompok yang sengaja membuat isu-isu yang memecah belah persatuan Bangsa, pinta Frans.(**)