Malra Jadi Tuan Rumah Rapat Koordinasi Koperasi Dan UMKM, ini Harapan Jasmono

 

Langgur, Lintas-Timur com – Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara pada tahun 2024 ini menjadi tuan rumah rapat koordinasi Koperasi dan UMKM Provinsi Maluku, merupakan suatu kebahagiaan tersendiri.

Ketegasan ini di sampaikan Pejabat Bupati Maluku Tenggara Drs. Jasmono M.Si saat membuka rapat koordinasi Koperasi dan UMKM di aula kantor Bupati 26/2/24.

Sungguh merupakan suatu kehormatan dan kebahagiaan bagi masyarakat Maluku Tenggara sebagai tuan rumah pembukaan rapat kordinasi Koperasi dan UMKM tahun 2024 ini maka atas nama Pemerintah Daerah menyambut baik sekaligus mengucapkan selamat datang di bumi Lar vul Nga Bal.

Besar harapan kiranya rapat koordinasi Koperasi dan UMKM Provinsi pada tahun 2024 ini akan membawa suatu keberhasilan bagi kemajuan perkoperasian di Maluku serta UKM di Malra khususnya.

Jasmono bilang, ada beberapa kebijakan penting yang harus di laksanakan oleh Dinas Koperasi dan UKM di antaranya :
– Pelaksanaan Pemeriksaan dan
pengawasan koperasi.
– Penilaian Kesehatan Koperasi.
– Pendidikan dan Pelatihan.

Kata Jasmono, perkoperasian serta pemberdayaan UMKM meliputi perluasan kemitraan, kemudahan perizinan serta pengembangan usaha mikro.

Kebijakan ini di dorong sejak pandemi covid -19 yang merupakan perluasan akses serta penguatan permodalan termasuk fasilitasi pengembangan usaha mikro, yang selama ini terus di dorong dimana modal menjadi faktor penentu usaha, cetus Jasmono.

Jasmono bilang, sejak tahun 2020 hingga 2023 sebanyak 3.693 usaha mikro yang mendapat bantuan permodalan APBD baik Malra dan Provinsi serta APBN.

Pada tahun 2024 ini sebanyak 23 usaha mikro yang akan di fasilitasi dalam hal pengembangan koperasi, dan sampai saat ini jumlah koperasi di Kabupaten Malra sebanyak 347 unit yang di anggap koperatif sebanyak 296 unit dengan presentase 85,30 persen, beber Jasmono.

Meskipun demikian, keaktifan koperasi di daerah ini belum mencapai 100 akibat tingkat partisipasi terhadap simpanan dan tabungan sangat rendah, termasuk ketergantungan modal dari luar masih tinggi.

Sumber daya pengurus yang masih rendah termasuk kapasitas aparatur yang masih terbatas, sehingga perlu penanganan melalui program dan kebijakan yang sesuai target peningkatan koperasi aktif, koperasi sehat dan koperasi berkualitas serta koperasi mandiri yang akan di capai pada waktu mendatang.

Jasmono dalam kesempatan itu menyampaikan terima kasih pada Pemerintah Pusat lebih khusus Pemerintah Provinsi yang telah mengalokasikan anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK) baik fisik maupun non fisik dalam rangka peningkatan kapasitas usaha mikro dan kecil dengan nilai anggaran mencapai 451.803.000,00, yang peruntukan bagi pendampingan usaha mikro

Kata Jasmono, dalam rangka menekan angka kemiskinan ekstrim di Kabupaten Malra maka data kemiskinan ekstrim di jadikan sebagai referensi guna pembentukan kelompok pemberdayaan ekonomi masyarakat sesuai potensi agar di rekrut dan di bina.

Olehnya itu, Jasmono berharap, kiranya sektor pemberdayaan seperti perikanan, pertanian, pariwisata termasuk koperasi dan UMKM perlu di dorong guna menekan penurunan kemiskinan ekstrim.

Upaya dan strategi terus di lakukan, sehingga perlu arahan serta pendampingan Dinas Provinsi termasuk pelaksanaan kegiatan ini yang melahirkan rekomendasi bagi Kabupaten Maluku Tenggara kedepanya dalam upaya peningkatan pemberdayaan koperasi UMKM di Provinsi Maluku, pinta Jasmono.(**)