Jasmono : PMKRI Merupakan Intelektual Muda, Mampu Menerima Perbedaan

Langgur, Lintas-Timur.com – Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PKRI) cabang Langgur resmi di Lantik oleh pengurus pusat Santo Thomas Aquinas, setelah pengurus lama periode 2023-2024 dimisyonerkan.

Pelantikan PMKRI Cabang Maluku Tenggara berlangsung di hotel Cimson Center pada Sabtu 20/1/24.

Hadir pada pelantikan tersebut Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Pengurus Pusat Santo Thomas Aquinas Pimpinan dan Anggota DPRD, Pastor dan Moderator PMKRI, serta OKP se-Kabupaten Malra.

Dalam Kesempatan itu Pejabat Bupati Jasmono mengatakan, hari kita menyaksikan sebuah peristiwa demokrasi dimana seluruh rangkaian proses tahapan Rapat Umum Anggota (RUA) dalam rangka memilih ketua presedium dan pengurus PMKRI Cabang Langgur Monsenyur Aerts MSC 2023-2024 telah berakhir, sampai pada pelantikan pengurus yang baru, semua itu tidak terlepas dari campur tangan Tuhan.

Suatu kehormatan serta kebanggaan dapat menghadiri acara pelantikan pengurus PMKRI dan bersama kaum intelektual Katolik dalam menentukan keberlanjutan organisasi ini.

Jasmono selaku Pejabat Bupati Maluku Tenggara atas nama Pemerintah dan Masyarakat menyampaikan selamat datang kepada pengurus PMKRI pusat di bumi Lar Vul Ngabal.

Dalam sejarah telah tercatat peran penting para tokoh-tokoh Katolik dalam meraih Kemerdekaan serta mengisi Kemerdekaan, cetus Jasmono.

PMKRI dalam kiprah di Kabupaten Malra turut mengambil bagian dalam pergerakan Kemahasiswaan di daerah ini, sebagai organisasi PMKRI selalu mengedepankan obyektifitas dalam tatanan organisasi, sehingga tidak terjebak dalam kepentingan kelompok, yang sewaktu-waktu dapat mengancam organisasi.

Sebagai organisasi kepemudaan Jasmono mengajak PMKRI untuk mengawal Pemilihan Umum pada 14 pembruari 2024 mendatang, dan menjadikan mitra Pemerintah untuk mewujudkan kaum melenial yang cerdas, cetusnya

Menurutnya, kriteria kaum milenial cerdas yang di butuhkan Maluku Tenggara adalah berpikritis namun tetap cerdas serta sopan dalam menyampaikan pendapatnya, cetus Jasmono.

Selain itu menguasai dan memanfaatkan teknologi informasi untuk pengembangan organisasi serta diri sendiri, serta beretika dalam menggunakan media sosial dan tidak menyebarkan berita hoaks, ujaran kebencian apalagi memfitnah dengan kata lain “tidak cepat jari dari pada otak”.

Lebih lanjut di katakan Jasmono, teruslah membangun relasi harmonis dalam kemajuan serta mampu menerima perbedaan.

Untuk beberapa faktor di atas harus di miliki oleh kader-kader PMKRI sehingga kedepanya, mampu tampil sebagai agen perubahan dalam lingkungan sosial yang ada.

Untuk itu, Jasmono berharap PMKRI harus wadah diskusi intelek, wadah berkreasi l, wadah pembinaan serta wadah belajar bagi organisasi, pintanya.(**)