Masjid Al-Kaff Ohoi/Desa Wain Kembali Di Resmikan Bupati Malra

Lintas-Timur.com – Perhatian Pemerintah Daerah terhadap masyarakat, bukan hanya persoalan kesejahteraan semata, melain perhatian dan kepedulian pun di berikan dalam bentuk pembenahan sarana dan prasarana tempat Ibadah, hal ini di amanatkan dalam konstitusi.

Faktanya, sudah sebulan lebih, Bupati Maluku Tenggara Muhamad Thaher Hanubun menjelang akhir masa jabatannya telah meresmikan sejumlah sarana Ibadah baik Masjid dan Gereja yang berada dalam lingkup Kabupaten Maluku Tenggara.

Tepatnya pada hari Rabu 20/9/23 Bupati Malra Muhamad Thaher Hanubun meresmikan satu lagi tempat ibadah yakni Masjid Al – Kaff yang terletak di Ohoi/Desa Wain Ohoitom Kecamatan Kei Kecil Timur Kabupaten Malra.

Dalam pengresmian kali ini bisa di katakan cukup istimewa, karena pengresmian Masjid Al – Kaff  ini turut hadir dua Kepala Daerah sekaligus yakni Walikota Tual Adam Rahayaan.

Selain itu, turut hadir Forkopimda, Ketua FKUB, pimpinan OPD lingkup Pemda Malra, para Camat, Kepala Ohoi/Desa serta majelis Ta’lim dan steacholder lainya.

Kehadiran para tamu undangan sudah menjadi tradisi adat setempat dalam menyambut tamu kehormatan dengan suguhan tarian adat setempat serta pengalungan syal atau selendang oleh Bupati Malra dan Walikota Tual.

Proses pengresmian Masjid Al – Kaff Ohoi/ Desa Wain di awali dengan penanda tanganan prasasti oleh Bupati Malra Thaher Hanubun, dan pengguntingan pita oleh Walikota Tual Adam Rahayaan.

Thaher dalam sambutanya mengatakan, selaku Kepala Daerah menyampaikan terima kasih bagi panitia masjid Al – Kaff, yang telah menunjukan eksistensinya dalam memakmurkan masjid, walau belum dalam kesempurnaan, namun mendekati.

Thaher bilang, dalam sebulan terakhir ini terus melakukan kegiatan pengresmian baik Masjid maupun Gereja, Rumah Adat Nen Dit Sak Mas, pengresmian jembatan, termasuk sejumlah jalan tani yang nilainya mencapai 10 milyar.

Di jelaskan, Ohoi/Desa Wain merupakan salah satu Ohoi/Desa yang memiliki sejarah peradaban masa lalu dengan berbagai situs peninggalan yang di kenal sampai saat ini dimana dalam sejarah Nen Dit Sakmas merupakan Raja perempuan satu-satunya di Kei.

Salah satu yang di kenal dengan dari Raja perempuan Kei yang di Kenal dengan Nen Dit Sakmas ini ada mampu mengangkat harkat dan martabat wanita, serta menetapkan Hawear Balwirin yang di kenal saat ini adalah Sasi.

Lebih lanjut kata Thaher, dengan kehadiran para Qori dan Qoriah yang mewakili Indonesia di kanca Internasional kita bisa tunjukan pada mereka bahwa kita punya peradaban yang baik dan berkembang sampai saat ini.

Dalam setiap agenda yang di lakukan, bukanlah sebuah faktor kebetulan, melainkan semua telah di tetapkan jadwal, sehingga ada yang berasumsi kegiatan ini hanyalah pencitraan, itu salah, tegas Theher.

Perlu di ketahui, perencanaan rangkaian kegiatan ini telah terjadwal sejak bula no April 2023 tepatnya bulan puasa 1444 H, sehingga kehadiran para Qori dan Qoriah dalam memenuhi undangan telah terjadwal sebelumnya, ungkap Thaher.

Thaher bilang, dengan di resmikan Masjid Al – Kaff ini, telah menjawab sebuah kerinduan masyarakat Ohoi/Desa Wain untuk memiliki sebuah masjid yang representatif, dan hari ini Alhamdulillah telah terlaksana.

Jika sudah memiliki masjid yang di rindukan, maka besar harapan ketika mendengar suara Azan berkumandang hendaklah berbondong-bondong ke Masjid guna memakmurkanny, karena melalui sujud kita, semua hajat akan terkabulkan oleh Allah SWT, Amin.

Dalam kesempatan itu, Bupat Malra Muhamad Thaher Hanubun dan Walikota Tual Adam Rahayaan sempat menyerahkan bantuan senilai 30.000,000juta rupiah kepada Ketua panitia, Kepala Tukang dan karyawan yang telah mampu menyelesaikan Masjid Al – Kaff ini sesuai target.(**)