Masjid Al – Amin Mataholat Diresmikan, Jadi Simbol Perekat Dan Tidak Ada Lagi Perbedaan

Lintas-Tmur.com – Bupati Maluku Tenggara M.Thaher Hanubun dan forum komunikasi pimpinan daerah (Forkopimda) melakukan lawat kerja di Kecamatan Kei Besar dalam rangka meresmikan Masjid Al – Amin Mataholat pada Sabtu 9/9/2023.

Hanubun dalam sambutanya menegaskan, ada nilai tersendiri, yang merupakan ciri khas Orang Kei, jika dalam meresmikan tempat Ibadah seperti ini tentu akan di hadiri oleh semua golongan, bukan hanya Masjid saja namun pengrewmian Gereja pun sama.

Setelah di lantik dirinya dengan Petrus Beruatwarin, komitmen Pemerintah ala MTH-PB akan terus berlandaskan pada 3 tungku Adat (Adat) Kubni (Pemerintah) Angam (Agama) yang di terapkan selama ini

Hal ini pun di jelaskan dalam falsafa para leluhur Sor In Er Helat In Wang (duduk sama rendah berdiri sama tinggi) dan juga Voing Vo Kut Vau Vo Banglu Fatu, tutur Hanubun.

Dalam perjalanan Pemerintahan ini, tidak putus – putusnya dang terus berkoordinasi dan kerjasama dengan Forum Komunikasi Antar Umat Beragama (FKUB). Pastor, Pendeta dan para Iman Masjid.

Lebih lanjut Hanubun bilang dalam kepemimpinan tentu ada tantangan, rintangan dan halangan namun di yankini sungguh dengan izin Allah dan InsyaAllah badai itu pasti akan berlalu, tegasnya.

Hal ini guna mempertegas agar asumsi sebagian masyarakat yang berpikir Bupati Malra adalah seorang Muslim, lantas tidak berpihak bagi umat Kristen, sehingga selang berapa hari ke depan akan ada pengresmian Gereja lagi di Kei Besar..

Hanubun beberkan, dalam proses pembangunan Masjid Al-Amin Ohoi/Desa Mataholat yang di resmikan pasar saat ini, Pemda Malra menggelontkan dana 1 milyar rupiah,

Sememtara untuk proses pembangunan Gereja Protestan Ohoi /Desa Wab sebesar 3 milyar 750 juta, selain itu untuk Ur pulau1 milyar 200 juta dan Weduar 1 milyar bahkan sebelumnya sudah ada bantuan penambahan.
Untuk bantuan sarana Ibada Gereja Katolik Kolser sampai saat ini Pemda Malra telah mengucurkan dana 3 milyar 500 juta, sehingga apa yang di sampaikan guna menjawab asumsi miring Bupati Muslim melaikan Bupati Malra, tegas Hanubun.

Perlu di ketahui, apa yang di kerjakan oleh Pemerintahan saat ini merupaka perwujudan serta implementasi dari visi dan misi serta perintah konstitusi sehingga melayani semua golongan tanpa ada perbedaan apa lagi filosovi orang Kei cubit di kuku rasa di daging, tegas Hanubun.

Olehnya itu besar harapan kiranya masjid Al-Amin Mataholat ini perlu di jaga agar indah dan bersih sehingga menjadi nyaman dan bagi kegiatan keagamaan bukan hanya untuk Sholat saja.

Hanubun kembali menegaskan, Masjid dan Gereja selain untuk beribadah pada Tuhan tempat Ibadah Masjid dan Gereja merupakan tempat pemersatu, sehingga tinggalkan semua perbedaan dan seutuhnya di kita adalah milik sang pencipta, pintanya.(**)